Skip to main content

Featured

Sifat anak kucing ini terlihat setelah diselamatkan dari kematian

Duniahewan.net  - Terkadang takdir begitu kebetulan sehingga dua kehidupan bertemu secara tidak sengaja! Seorang netizen baru saja pindah, tetapi setelah pindah, dia menemukan suara yang sangat aneh. Dia menemukan kotoran kucing susu kecil di sudut loteng.  Dia bertanya-tanya mengapa itu ada di sini, mungkinkah itu mantan pemiliknya ... Namun, setelah banyak bertanya, saya menemukan bahwa ini adalah anak kucing yang dibesarkan oleh pemilik sebelumnya, diperkirakan pemilik tidak mengetahui bahwa induk kucing sedang hamil, jadi dia hanya mengambil kucing besar dan meninggalkan tandu. anak kucing. Sehingga netizen harus membawa mereka ke rumah sakit, berharap untuk menyelamatkan nyawa mereka, tetapi tiga dari mereka gagal untuk bertahan hidup, hanya menyisakan satu kucing. Entah karena warnanya, kucing sapi kecil ini makan banyak setiap hari, tapi ini membuat netizen merasa lega, karena itu berarti kucing ini tidak lagi dalam bahaya dan bisa

Advertisement

Advertisement

[ Menolak Lupa ] Cerita Pak ahmad, kakek pemulung yang memberi makan 47 ekor kucing liar





Duniahewan, Panggilannya pak Ahmad. Diusia tuanya sekarang, ia berbadan kurus dan berpakaian lusuh. Namun demikian, tak mengurangi kebaikan hatinya terutama bagi puluhan kucing jalanan yang ia hidupi di kolong jembatan Kampung Melayu.

Meski sehari-harinya hanya berprofesi sebagai pemulung, niat baiknya dalam memberi makan 47 ekor kucing liar patut menjadi teladan bagi orang lain. Baik kucing jalanan yang kelaparan ataupun kucing buangan yang sakit, tanpa pamrih ia sisihkan sebagian rizkinya dan berbagi dengan mereka.

Cerita haru ini diangkat dan menjadi viral ketika salah seorang netizen bernama Anton Agustomo mengunggah kisahnya dijejaring sosial facebook.





Menurut akun tersebut, pak Ahmad setiap sebelum shubuh selalu berangkat mengais barang-barang bekas yang ia kumpulkan guna membeli lauk dan beras untuk kucing-kucingnya tanpa memperdulikan keadaan dirinya.

“Kalo kucing-kucing saya belum makan, saya tidak makan pak,” kata Pak Ahmad.

Pernah suatu ketika Pak Ahmad membawa seekor kucing yang matanya sakit sampai buta sebelah ke pet shop di daerah Tebet. Namun Dokter hewan yang ada di pet shop itu selalu menolaknya dengan alasan biaya yang mahal.

Tak mengenal lelah, dia terus memohon berkali-kali. Sampai kedatangannya yang keenam, barulah Pak Ahmad diterima. Ia mengatakan kepada dokter bahwa dirinya mampu untuk membayar. Setelah itu dokter baru mau menangani kucing yang telah dibawanya.

Seperti diberitakan dari kompas.com, pak Ahmad mengaku tak memikirkan soal urusan biaya memberi makan kucing-kucing tersebut. Baginya, rezeki bisa datang dari mana saja.

“Yang orang senang bukan cuma harta melimpah lho. Kamu punya harta melimpah belum tentu senang. Saya pelihara kucing begini tidur nyenyak. Walaupun saya enggak punya duit,” ujar pria asal Semarang tersebut.

Memang banyak duka yang ia alami terutama saat banjir, namun pak Ahmad mengatakan ia sudah terlanjur menjadi penyayang binatang satu ini.


Comments

  1. Sayang sekali ya,,,pak dokternya,,kalau gak ada bayarannya gak mau membantu.sapa tau dg menolong kucing sakit nanti rizkinya datang berlimpah limpah...sedih aku dengarnya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Advertisement