Skip to main content

Featured

Kisah Kucing Ini Menginspirasi Ribuan Orang untuk Membantu Hewan Teraniaya

Duniahewan.net  - Philadelphia mungkin kota yang tangguh dalam banyak hal, tetapi di balik gemerlapnya ada hati emas. Maret lalu, kasus penyiksaan hewan yang mengerikan terekam dalam film. Video itu menunjukkan dua pemuda mengikat sepasang anjing dengan kucing tetangga yang dikenal sebagai Buddy di lingkungan East Frankford. Anjing itu menganiaya kucing itu dengan mengerikan sampai seorang tetangga melihat apa yang terjadi dan menyelamatkannya. Remaja berusia 12 dan 17 tahun ditangkap karena kekejaman terhadap hewan, dan anjing mereka disita oleh SPCA Pennsylvania (PSPCA). PSPCA juga mengambil alih perawatan Buddy, yang berada di ambang kematian saat dipindahkan ke fasilitas veteriner darurat BluePearl. Kucing itu syok, tidak responsif, dan pendarahan internal. Dokter hewan tidak yakin dia akan berhasil, tetapi mereka segera mengetahui bahwa Buddy adalah pejuang! Setelah kejahatan yang mengejutkan itu menjadi viral, orang-orang di Kota Philadelphia b

Advertisement

Advertisement

Jangan Sampai Kucing Kita Kena Penyakit Mematikan Ini

 





Duniahewan, Banyak penyakit bersifat mematikan yang bisa menyerang kucing kesayangan kita, untuk itu ada baiknya kita mengenal beberapa di antaranya untuk menambah wawasan kita tentang penyakit-penyakit tersebut.

Pada artikel kali ini akan menjelaskan beberapa penyakit yang terkenal mematikan bagi kucing, Semoga bermanfaat bagi kita semua.

1. PANLEUKOPENIA

Salah satu virus pembunuh kucing saat musim hujan tiba dan sangat mematikan adalah Feline Panleukopenia Virus (FPV) ini. FPV adalah virus dengan angka kematian tertinggi pada kucing yang bisa menyebar lewat kotoran, muntah atau menempel di baju dan sepatu manusia.

Gejala FPV dimulai dari demam, lemah, tak mau makan, muntah kuning, suka menyendiri di tempat dingin hingga akhirnya mati. Anak kucing lebih rentan dan sulit bertahan hidup saat sudah mengalami FPV.

2. CALICI

Feline Calici Virus (FCV) menyerang saluran pernafasan, mulut, pencernaan hingga otot dan tulang kucing. Sama seperti FPV, FCV membuat nafsu makan hilang, mata berair, hidung berlendir serta luka pada bagian dalam mulut. Penggunaan wadah makan dan litterbox bersama jadi sarana penyebaran FCV selain lewat lendir mata serta hidung.

3. CHLAMYDOPHILOSIS

Berbeda dengan penyakit lain, Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydiasis Felis dan sering menyerang anak-anak kucing. Anak-anak kucing berusia 5-12 minggu yang mengalami demam, bersin, hidung berair, susah makan dan mata meradang sampai berwarna merah bisa saja diserang Chlamydia.

Kalau dibiarkan, mata kucing akan bertambah parah dalam kurun waktu dua bulan saja hingga harus dioperasi untuk pengangkatan mata dan menulari lainnya.

4. RHINOTRACHEITIS

Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes yang membuat saluran nafas bagian atas kucing bermasalah. Salah satu gejalanya adalah sering bersin, keluar lendir hijau bening dari hidung, ada kotoran mata hingga indera penciuman tak berfungsi.

5. FIP

Sering disebut sebagai radang selaput rongga perut dan dada, Feline Infectious Peritonitis (FIP) disebabkan virus Feline Coronavirus (FCoV) yang sangat mematikan. Ada dua jenisnya yakni basah yang membuat perut membesar tapi badang kurus dan kering.

Hingga saat ini belum ada vaksin untuk FIP sehingga penderita harus dijaga betul asupan nutrisi dan lingkungan yang steril.


Comments

Advertisement