Skip to main content

Featured

Kisah Kucing Ini Menginspirasi Ribuan Orang untuk Membantu Hewan Teraniaya

Duniahewan.net  - Philadelphia mungkin kota yang tangguh dalam banyak hal, tetapi di balik gemerlapnya ada hati emas. Maret lalu, kasus penyiksaan hewan yang mengerikan terekam dalam film. Video itu menunjukkan dua pemuda mengikat sepasang anjing dengan kucing tetangga yang dikenal sebagai Buddy di lingkungan East Frankford. Anjing itu menganiaya kucing itu dengan mengerikan sampai seorang tetangga melihat apa yang terjadi dan menyelamatkannya. Remaja berusia 12 dan 17 tahun ditangkap karena kekejaman terhadap hewan, dan anjing mereka disita oleh SPCA Pennsylvania (PSPCA). PSPCA juga mengambil alih perawatan Buddy, yang berada di ambang kematian saat dipindahkan ke fasilitas veteriner darurat BluePearl. Kucing itu syok, tidak responsif, dan pendarahan internal. Dokter hewan tidak yakin dia akan berhasil, tetapi mereka segera mengetahui bahwa Buddy adalah pejuang! Setelah kejahatan yang mengejutkan itu menjadi viral, orang-orang di Kota Philadelphia b

Advertisement

Advertisement

[ Menolak Lupa ] Ketika Kucing Memandang Nisan Majikannya

 





Duniahewan, Kucing bernama Rambo ini menjadi viral setelah fotonya memandang batu nisan tuannya beredar luas di media sosial.

Rambo adalah kucing jenis persia yang diadopsi keluarga Fadhil Raihan sejak kecil. Rambo sangat dekat dengan ayah Fadhil.

Bahkan hingga  saat ayah Fadhil meninggal Rambo mendadak sakit dan tidak bersemangat. 

Kejadian ini diceritakan oleh Fadhil Raihan melalui tulisan di Facebook yang diunggah pada Kamis (26/12/2019).

Pantauan Suara.com, hingga Jumat (27/12/2019) siang, unggahan itu telah 13 ribu kali dibagikan warganet, disukai 20 ribu orang, dan dikomentari 158 netizen.

Ayah Fadhil benar-benar memperhatikan Rambo. Mulai dari makan dan minum, sakit dibawa ke klinik dokter hewan hingga tidur menempel pada badan ayah Fadhil. 

"Seolah dia sudah terdapat ikatan batin dengan ayah saya," tulis Fadhil. Pada hari ayah Fadhil meninggal, Rambo mendadak sakit. Fadhil menuturkan, "Badannya panas dan tidak mau makan.

 Namun ketika malam hari pengajian, si Rambo nampak sehat-sehat saja dan mengikuti acara pengajian selama 7 hari berturut dirumah.

 Dia hanya duduk saja disamping para tetangga yang membacakan surat Yaasin seolah mendengarkan".

Rambo kemudian dibawa ke klinik karena kesehatannya menurun dan dehidrasi tinggi. Kucing berbulu oranye ini tampak tidak bersemangat.

"Pandangannya kosong meskipun sudah mau sedikit demi sedikit makan makanan bervitamin tinggi.

 Kemudian beberapa hari selanjutnya dokter mengatakan bahwa itu bukan gejala sakit fisik, melainkan kucing mempunyai psikis juga yang bisa merasakan kesedihan dan kehilangan," ucap Fadhil.

 Saat diperiksakan kembali, tubuh Rambo dinyatakan tidak sakit dan pencernaannya normal. Keluarga Fadhil kemudian memutuskan untuk mengajak Rambo ke makam ayahnya.

"Ketika sesampainya di makam almarhum ayah saya, si rambo hanya terduduk diam sambil memandangi sekeliling. Kemudian dia berjalan sendiri dengan mata sayu nya menuju batu nisan ayah saya, dan mulai terduduk diam selama kami semua membacakan doa bersama," kata Fadhil.




Kucing ini tidak segera beranjak pergi setelah Fadhil dan keluarganya selesai berdoa. Pandangan Rambo hanya tertuju ke arah batu nisan dan sesekali menyandarkan badannya di sana.

Fadhil melanjutkan, "Kami semua hanya menyaksikan momen tersebut sembari mengabadikan momen Rambo". Setelah dari makam itu, Rambo baru mau mulai makan dan dehidrasinya berangsur pulih. Kejadian ini membuat Fadhil paham bahwa hewan yang setia kepada majikan ternyata mempunyai perasaan yang sama dengan manusia.





Comments

Advertisement