Skip to main content

Featured

Sifat anak kucing ini terlihat setelah diselamatkan dari kematian

Duniahewan.net  - Terkadang takdir begitu kebetulan sehingga dua kehidupan bertemu secara tidak sengaja! Seorang netizen baru saja pindah, tetapi setelah pindah, dia menemukan suara yang sangat aneh. Dia menemukan kotoran kucing susu kecil di sudut loteng.  Dia bertanya-tanya mengapa itu ada di sini, mungkinkah itu mantan pemiliknya ... Namun, setelah banyak bertanya, saya menemukan bahwa ini adalah anak kucing yang dibesarkan oleh pemilik sebelumnya, diperkirakan pemilik tidak mengetahui bahwa induk kucing sedang hamil, jadi dia hanya mengambil kucing besar dan meninggalkan tandu. anak kucing. Sehingga netizen harus membawa mereka ke rumah sakit, berharap untuk menyelamatkan nyawa mereka, tetapi tiga dari mereka gagal untuk bertahan hidup, hanya menyisakan satu kucing. Entah karena warnanya, kucing sapi kecil ini makan banyak setiap hari, tapi ini membuat netizen merasa lega, karena itu berarti kucing ini tidak lagi dalam bahaya dan bisa

Advertisement

Advertisement

Cara Mengatasi Jamur Pada Kucing


Duniahewan.net - Jamur atau fungi merupakan permasalahan yang kerap dihadapi ketika memelihara kucing. Biasanya, kucing mengidap jamur karena tertular dari tanah dengan cara menelan, menghirup, atau masuk ke sela-sela kulit melalui luka.  

Selain itu, hewan lain yang terinfeksi jamur juga bisa menularkannya ke kucing peliharaan melalui sentuhan dan kotoran.  Oleh sebab itu, menjaga kebersihan badan, kandang, dan sanitasi adalah hal terpenting agar kucing terhindar dari jamur.

Tapi bagaimana jika kucing terlanjur terkena jamur? Jangan khawatir, melansir dari Western Carolina Regional Animal Hospital & Veterinary Emergency Hospital (WCRAH), 

1.  PERAWATAN TOPIKAL

Perawatan ini dilakukan untuk mengobati jamur yang dikombinasikan dengan obat lainnya seperti salep dan krim, lalu dioleskan ke bagian kulit kucing yang berjamur.  

Jika jamur hanya menyerang beberapa bagian kulit, maka perlu mencukur bulu kucing di area-area tersebut.  Biasanya, dokter menyarankan untuk mencukup semua bulu untuk kucing ras berbulu lebat dan panjang.  

Setelah diberikan salep atau krim dan kombinasi perawatan topikal, langkah berikutnya ialah memandikan kucing dengan sampo anti jamur minimal dua kali seminggu.  

Penting untuk mengonsultasikan ke dokter terkait sampo apa yang cocok untuk perawatan jamur pada kucingmu agar tidak timbul alergi.

Umumnya, perawatan topikal ini membutuhkan waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan.  Jangan lupa setelah mengobati dan memandikan kucing, cuci tangan dan bersihkan semua permukaan yang bersentuhan dengan kucing menggunakan larutan pembersih.

2. PENGOBATAN ORAL

Untuk sebagian permasalahan jamur pada kucing, pengobatan akan terasa efektif setelah diberikan obat anti-jamur seperti griseofulvin.     

Selain itu, jenis obat lainnya yakni itraconazole atau terbinafine (Lamisil) juga kerap digunakan untuk mengobati jamur namun dengan efek samping yang lebih ringan

Biasanya, perawatan oral ini dilakukan selama minimal enam minggu, namun dalam beberapa kasus yang lebih berat, membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa pulih.  

Selama perawatan oral, dokter akan mengecek dan mengambil sampel secara berkala untuk memastikan apakah kucing masih terinfeksi jamur.  Sebaiknya jangan hentikan perawatan dan pengobatan oral kecuali berdasarkan rekomendasi dari dokter.

Sebab, jika pengobatan dihentikan terlalu cepat tanpa kontrol dokter, jamur masih bersarang pada tubuh si kucing dan menyebabkan kambuh.  

Apabila di rumah kamu memelihara lebih dari satu hewan, maka pisahkan hewan yang terinfeksi dari hewan yang sehat agar tidak menularkan jamur.  

Jika dirasa perlu, lakukan cek kesehatan semua hewan yang dipelihara untuk memastikan tidak ada penularan jamur.  Dokter hewan akan memberikan rekomendasi perawatan terbaik bagi hewan yang terkena dan tidak terkena jamur.

3. PERAWATAN LINGKUNGAN

Bulu kucing yang terinfeksi jamur mengandung banyak spora jamur mikroskopis.  Apabila dibiarkan dalam lingkungan yang kotor maka akan menginfeksi hewan lain dan manusia melalui kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi atau melalui bulu-bulu rontok yang telah terkontaminasi.

Penting untuk meminimalkan kontak langsung dengan kucing yang berjamur dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkala agar rumah terbebas dari bakteri dan penyakit berbahaya lainnya.   

Comments

Advertisement