Skip to main content

Featured

Sifat anak kucing ini terlihat setelah diselamatkan dari kematian

Duniahewan.net  - Terkadang takdir begitu kebetulan sehingga dua kehidupan bertemu secara tidak sengaja! Seorang netizen baru saja pindah, tetapi setelah pindah, dia menemukan suara yang sangat aneh. Dia menemukan kotoran kucing susu kecil di sudut loteng.  Dia bertanya-tanya mengapa itu ada di sini, mungkinkah itu mantan pemiliknya ... Namun, setelah banyak bertanya, saya menemukan bahwa ini adalah anak kucing yang dibesarkan oleh pemilik sebelumnya, diperkirakan pemilik tidak mengetahui bahwa induk kucing sedang hamil, jadi dia hanya mengambil kucing besar dan meninggalkan tandu. anak kucing. Sehingga netizen harus membawa mereka ke rumah sakit, berharap untuk menyelamatkan nyawa mereka, tetapi tiga dari mereka gagal untuk bertahan hidup, hanya menyisakan satu kucing. Entah karena warnanya, kucing sapi kecil ini makan banyak setiap hari, tapi ini membuat netizen merasa lega, karena itu berarti kucing ini tidak lagi dalam bahaya dan bisa

Advertisement

Advertisement

Kucing Korban Gempa Ini Butuh 7 Untuk Pulih Dari Lukanya


Duniahewan.net - Ketika Craig Bullock menulis buku berjudul Quake Cats, salah satu kisah kucing yang ia angkat adalah seekor kucing yang lolos dari gempa bumi berkekuatan 7.1 richter di New Zealand tahun 2010. Sayangnya Craig tidak sempat bertanya lebih rinci, sehingga ia “menamai” kucing itu “The Unknown Cat”atau kucing tidak dikenal.

Meski tanpa nama, kisah si kucing sangat disukai oleh pembaca buku yang terbit tahun 2014 itu. Craig selalu berharap suatu hari nanti ia dapat berkenalan dengan kucing luar biasa itu. Harapan Craig terwujud di bulan September lalu, saat ia dihubungi seseorang bernama Melissa yang menyatakan diri sebagai pemilik kucing korban gempa bumi di buku Quake Cats!

Kucing tanpa nama itu ternyata kini dipanggil Floyd. 7 tahun lalu saat gempa terjadi, Floyd sedang berada di jalanan Shirley. Ia tak sempat menyelamatkan diri ketika tiba-tiba bangunan runtuh. Floyd terperangkap di antara puing-puing bangunan, tanpa ada pertolongan. Meski Floyd berteriak kencang tak seorang pun mendengarnya. Malang sekali Floyd… Lebih dari seminggu ia berada di sana, hanya keajaiban yang membuat Floyd masih hidup ketika regu penyelamat datang di hari ke-10. Floyd segera dilarikan ke klinik hewan Afterhours Clinic, Wellington, NZ.

Kondisi Floyd sangat kritis dan memilukan. Ia kehilangan sebagian dari kaki kanannya, panggul kiri patah dan terdapat luka di kepala yang mengerikan. Saat dokter hewan dan perawat membersihkan luka di kepalanya, baru diketahui bahwa tengkorak Floyd hancur. Bagian tengkorak di atas mata kanan hilang sampai ke telinga, dan bagian lainnya menempel pada otaknya. Floyd begitu lemah tetapi para dokter bisa melihat keinginannya untuk hidup sangatlah besar. Dengan beberapa kali operasi, tengkorak Floyd bisa diperbaiki.

Rupanya Floyd bukanlah kucing liar. Ia memiliki keluarga yang juga mengunjunginya di rumah sakit. Namun sayang, pihak keluarga tidak sanggup memelihara Floyd kembali, karena walaupun bisa sembuh namun Floyd akan menjadi kucing cacat. Maka sejak itu Floyd berada dalam perlindungan rumah sakit.

Pasca menjalani serangkaian operasi dan 6 minggu mengonsumsi antibiotik dosis tinggi, perjuangan Floyd dimulai kembali. Ia bagaikan kucing yang baru lahir, yang tak bisa melakukan apa-apa. Floyd kembali belajar berjalan, makan dan minum sendiri, menggunakan toilet, dan lain-lain. Sekitar 2 bulan kemudian, seorang wanita bernama Melissa membaca kisah Floyd di internet. Ia merasa iba dan tergerak untuk menolong dengan menggalang donasi bagi Floyd. Namun bukan mendapat dukungan dari pihak rumah sakit, dokter yang merawat Floyd sehari-hari dengan tegas menyatakan bukan donasi yang dibutuhkan Floyd, melainkan rumah dan keluarga!

Setelah beberapa hari berpikir dan mempertimbangkan dua kucing peliharaannya, Melissa memutuskan untuk menjadi ibu bagi Floyd. Selamanya.

Floyd adalah kucing yang sangat istimewa. Meski ia tidak dapat membuka lebar kakinya, tak bisa melompat dan kadang terjatuh. Tetapi ia kerap membuat Melissa tertawa dan rindu padanya. Setiap malam hingga pagi, Floyd selalu ada di sisi Melissa. Ia tak pernah bosan duduk di depan pintu menunggu Melissa selesai mandi. Saat malam, Floyd juga tak pernah lupa meminta biskuit sebagai cemilan. Floyd sangat manis dan sama sekali tidak merepotkan.

Proses penyembuhan Floyd berjalan sangat panjang. Baru di tahun kedua Floyd bisa kembali memandikan diri seperti kucing lain. Di tahun-tahun berikutnya Floyd masih menjalani terapi trauma atas cedera yang ia alami. Bukan hal mudah bagi Floyd, tetapi kucing berbulu orange itu sangat sabar melalui segalanya. Bahkan Melissa banyak belajar dari Floyd, bahwa musibah akan selalu berlalu dan berganti dengan kebahagiaan.

Sumber Referensi : furtography.co.nz

Comments

Advertisement