Skip to main content

Featured

Kisah Kucing Ini Menginspirasi Ribuan Orang untuk Membantu Hewan Teraniaya

Duniahewan.net  - Philadelphia mungkin kota yang tangguh dalam banyak hal, tetapi di balik gemerlapnya ada hati emas. Maret lalu, kasus penyiksaan hewan yang mengerikan terekam dalam film. Video itu menunjukkan dua pemuda mengikat sepasang anjing dengan kucing tetangga yang dikenal sebagai Buddy di lingkungan East Frankford. Anjing itu menganiaya kucing itu dengan mengerikan sampai seorang tetangga melihat apa yang terjadi dan menyelamatkannya. Remaja berusia 12 dan 17 tahun ditangkap karena kekejaman terhadap hewan, dan anjing mereka disita oleh SPCA Pennsylvania (PSPCA). PSPCA juga mengambil alih perawatan Buddy, yang berada di ambang kematian saat dipindahkan ke fasilitas veteriner darurat BluePearl. Kucing itu syok, tidak responsif, dan pendarahan internal. Dokter hewan tidak yakin dia akan berhasil, tetapi mereka segera mengetahui bahwa Buddy adalah pejuang! Setelah kejahatan yang mengejutkan itu menjadi viral, orang-orang di Kota Philadelphia b

Advertisement

Advertisement

Tidak ada yang peduli dengan anak kucing ini kecuali gadis 7 Tahun

Duniahewan.net - Meski kucing liar di Turki terkenal sejahtera, namun tidak demikian dengan Gülümser yang tinggal di tempat sampah tepi sebuah jalan di Istanbul. Tak seorang pun peduli pada keadaannya yang mengenaskan. Mungkin karena ia menderita kelainan bentuk (deformitas) pada wajah, serta infeksi mata dan telinga.

Penderitaan Gülümser berakhir ketika gadis cilik beumur 7 tahun mendengar tangisannya, dan membawa kucing malang itu ke penampungan Let’s Adopt Global untuk mendapatkan perlindungan serta pertolongan

Viktor Larkhill, pendiri penampungan tersebut menyatakan pihak dokter hanya bisa berupaya sekuat tenaga untuk menyelamatkan, namun kondisi Gülümser sangatlah buruk. Keajaiban terjadi saat Gülümser berhasil melalui masa kritis. Saat itu tampak kucing berbulu calico itu seolah tersenyum, maka ia dinamakan Gülümser yang berarti “selalu tersenyum”.

Gülümser membuktikan bahwa dirinya benar-benar ingin hidup, ia tak mau mengecewakan penolong kecilnya yang telah memberi kesempatan untuk meraih kebahagiaan. Meski Gülümser tak memiliki telinga dan bentuk wajah seperti kucing lain, tetapi kondisi tersbut tak menghalangi Gülümser untuk mendapatkan kebahagiaan. Karena ia langsung diadopsi oleh malaikat kecil penolongnya.

Tidak hanya kasih sayang keluarga, Gülümser pun mendapatkan teman kucing di rumahnya yang baru. Sehingga ia merasa kebahagiaan benar-benar komplit. Ia juga tak pernah melupakan kebaikan gadis cilik penyelamat hidupnya, Gülümser bahkan tak mau berjauhan. Mereka menjadi sahabat untuk selamanya

Comments

Advertisement