Menyalinkode AMP

Akibat alergi, seekor kucing liar kehilangan “bibir”nya


Duniahewan.net - Bertahun-tahun kucing berbulu orange bernama Alani menggelandang di jalan. Tak ada tempat yang ia tuju, selain untuk mencari makan dan berlindung. Bahkan saat ia mengalami alergi di bagian mulut, Alani hanya bisa berusaha bertahan tanpa tahu kemana harus mencari pertolongan.

Meski datang terlambat, namun hidup Alani terselamatkan oleh sekelompok penyelamat kucing di Charleston, West Virginia. Ketika itu Alani sangat gembira, sementara para penolong Alani tersentak kaget karena Alani ternyata tak memiliki mulut bagian depan, atau daerah bibir. Kondisi tersebut diderita Alani akibat alergi yang disebut granuloma eosinofilik kompleks, karena terbiarkan maka membuat luka semacam borok dan menggerogoti kulit bagian mulut.

Tak memungkinkan bagi Alani untuk tinggal di penampungan, maka ia pun diserahkan ke rumah asuh Itty Bitty Kitty Committee dan dirawat oleh Dorella Conner Tuckwiller. Di sanalah Alani memulai kehidupan baru.

Granuloma eosinofilik kompleks adalah semacam alergi kulit yang timbul akibat makanan, kutu kucing atau infeksi bakteri. Gejalanya tampak seperti benjolan di bagian bibir, berwarna putih atau kuning, dan tidak dibarengi dengan rasa sakit. Sejenis dengan alergi tersebut adalah indolent ulcer, bentuknya seperti bisul, disertai rasa sakit dan bisa mengarah ke pembentukan kanker

Meski kehilangan bibir seperti Alani, namun sebagaimana alergi pada umumnya, bisa diobati dengan mengetahui pemicunya terlebih dahulu. Biasanya dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui profil kimia darah, kemudian dilakukan pemeriksaan fisik mencakup pemeriksaan dermatologis, yakni biopsi kulit untuk melakukan studi histopatologi.

 Bagian kulit akan diperiksa secara mikroskopis untuk mengetahui adanya bakteri, mikobakteri atau jamur. Setelah itu baru dapat diambil tindakan. Pengobatan tradisional berupa pemberian minyak tawon, atau virgin coconut oil dan mengoleskan propolis dianggap bisa mengobati kondisi tersebut namun hanya menolong pada tahap awal saja.

Alergi akan hilang seiring dengan proses kesembuhan kucing, namun tidak bisa memperbaiki jaringan kulit yang telah rusak seperti yang terjadi pada kasus Alani. Untungnya, walaupun Alani tak bisa menutup mulutnya dengan sempurna, tetapi Alani telah memiliki kehidupan yang luar biasa. Alani mendapat cinta yang besar dari orang-orang sekitarnya.

Comments

Popular posts from this blog

Kucing Ini Ngambek Setelah Bulunya Dipotong

Tanda Kucing Sudah Mengganggap Kita Sebagai Majikannya

Bercanda dengan kucing oren, cewek ini alami kejadian yang tak terlupakan

Apa Alasan Kucing Tega Memakan Anaknya Sendiri Ketika Baru Lahir ?

Baru Pindahan, Keluarga ini Kaget Menemukan Kucing Langka Dibalik Dinding Rumahnya

Blossom, Kucing Murah Senyum Yang Mendadak Viral