Skip to main content

Featured

Sifat anak kucing ini terlihat setelah diselamatkan dari kematian

Duniahewan.net  - Terkadang takdir begitu kebetulan sehingga dua kehidupan bertemu secara tidak sengaja! Seorang netizen baru saja pindah, tetapi setelah pindah, dia menemukan suara yang sangat aneh. Dia menemukan kotoran kucing susu kecil di sudut loteng.  Dia bertanya-tanya mengapa itu ada di sini, mungkinkah itu mantan pemiliknya ... Namun, setelah banyak bertanya, saya menemukan bahwa ini adalah anak kucing yang dibesarkan oleh pemilik sebelumnya, diperkirakan pemilik tidak mengetahui bahwa induk kucing sedang hamil, jadi dia hanya mengambil kucing besar dan meninggalkan tandu. anak kucing. Sehingga netizen harus membawa mereka ke rumah sakit, berharap untuk menyelamatkan nyawa mereka, tetapi tiga dari mereka gagal untuk bertahan hidup, hanya menyisakan satu kucing. Entah karena warnanya, kucing sapi kecil ini makan banyak setiap hari, tapi ini membuat netizen merasa lega, karena itu berarti kucing ini tidak lagi dalam bahaya dan bisa

Advertisement

Advertisement

protektif terhadap rumahnya, kucing ini sangat galak pada petugas pos yang datang


Duniahewan.net - Salah satu yang membuat Debra Anderson mencintai pekerjaannya sebagai pengantar surat di Canada Post Letter Carrier, adalah seekor kucing tuxedo, berbulu hitam putih, yang sangat galak. Bahkan Debra menyatakan kalau si kucing lebih galak dari seekor anjing penjaga rumah. Debra mengibaratkan demikian karena si kucing terkesan sedang menjaga rumah. Bedanya, bila anjing menjaga rumah sang pemilik, sementara kucing merasa rumah adalah miliknya sendiri.

Rumah si kucing berada di daerah Hamilton, Ontario, Canada. Setiap kali Debra mengantar surat ke sana, ia selalu “disambut” oleh si kucing yang tidak hanya menggeram tetapi juga melakukan aksi menyerang dan menerkam. Namun alih-alih membuat Debra takut, perilaku kucing itu malah membuatnya tertawa. Debra benar-benar merasa terhibur dengan tingkah si kucing. Jadi terkadang si kucing menunjukkan ekspresi bingung saat kegalakannya ditanggapi dengan tawa Debra.

Bila tak dibatasi oleh jendela kaca, mungkin serangan kucing tersebut cukup membahayakan juga. Tapi bisa jadi malah si kucing tak berani menyerang, karena ia cuma pede bertingkah arogan dibalik kaca. Si kucing sepertinya paham betul jika ia terlindung dari risiko serangan balik berkat jendela.

Hingga kini si kucing galak tetap “menyambut” kedatangan Debra dengan temperamen tinggi. Padahal menurut Debra, wajah manis kucing itu sangat tidak mendukung perilakunya. Tapi Debra sering berpura-pura takut padanya agar si kucing merasa dianggap. Debra mengakui hubungannya dengan kucing itu seperti musuh bebuyutan, tetapi dibalik itu ia yakin bahwa mereka berdua adalah sahabat yang saling merindukan satu sama lain dengan cara masing-masing.



Comments

Post a Comment

Advertisement