Skip to main content

Featured

Kisah Kucing Ini Menginspirasi Ribuan Orang untuk Membantu Hewan Teraniaya

Duniahewan.net  - Philadelphia mungkin kota yang tangguh dalam banyak hal, tetapi di balik gemerlapnya ada hati emas. Maret lalu, kasus penyiksaan hewan yang mengerikan terekam dalam film. Video itu menunjukkan dua pemuda mengikat sepasang anjing dengan kucing tetangga yang dikenal sebagai Buddy di lingkungan East Frankford. Anjing itu menganiaya kucing itu dengan mengerikan sampai seorang tetangga melihat apa yang terjadi dan menyelamatkannya. Remaja berusia 12 dan 17 tahun ditangkap karena kekejaman terhadap hewan, dan anjing mereka disita oleh SPCA Pennsylvania (PSPCA). PSPCA juga mengambil alih perawatan Buddy, yang berada di ambang kematian saat dipindahkan ke fasilitas veteriner darurat BluePearl. Kucing itu syok, tidak responsif, dan pendarahan internal. Dokter hewan tidak yakin dia akan berhasil, tetapi mereka segera mengetahui bahwa Buddy adalah pejuang! Setelah kejahatan yang mengejutkan itu menjadi viral, orang-orang di Kota Philadelphia b

Advertisement

Advertisement

Terlanjur jatuh cinta, mahasiswa tak rela kucing asrama dikeluarkan dari kampus


Duniahewan.net - Setahun lalu, seekor kucing liar datang ke Appleby Dorms, asrama mahasiswa di kampus Universitas North Alabama (UNA). Ia begitu baik dan ramah pada para penghuni, ia juga sangat suka dipeluk. Sejak itu para mahasiswa memanggilnya Srat atau Sorority Cat, yang berarti kucing asrama. Dan sejak itu pula Srat menjadi teman baik dan penghuni asrama kampus.

Namun belakangan pihak universitas menganggap keberadaan Srat bisa memengaruhi kesehatan mahasiswa, maka Srat akan dikeluarkan dari lingkungan kampus. Tentu saja Srat tak mengerti aturan tersebut, ia tetap ‘beredar’ di seputaran asrama dan meminta pelukan pada siapapun yang ia mau. Srat tak tahu bahwa sebentar lagi ia akan dipindahkan dari tempat yang selama ini sudah ia anggap sebagai rumah, serta para mahasiswa yang sudah seperti keluarga baginya.

Bryan Rachal, juru bicara UNA, tidak menampik bahwa kucing dapat menurunkan stres dan membantu mahasiswa, tetapi pihak kampus juga mempertimbangkan kemungkinan adanya mahasiswa yang mengidap alergi bulu kucing sehingga terganggu akan keberadaan Srat. Kampus akan mencarikan rumah baru bagi SraT

Meski cukup beralasan, tetapi tak satu mahasiswa pun menudukung keputusan kampus. Mahasiswa mulai menggalang kampanye untuk mempertahankan Srat, bahkan mereka tak ragu untuk mengirim pesan pada dekan agar Srat tetap diperbolehkan tinggal, karena telah memberi banyak cinta kasih di lingkungan kampus. Para mahasiswa juga berjanji merawat Srat dengan baik sehingga tak menimbulkan masalah kesehatan bagi lingkungan sekitarnya.

Ada pula yang mulai mencarikan keluarga yang bertempat tinggal tak jauh dari kampus agar Srat masih bisa datang dan bermain di kampus seperti biasanya. Hingga saat ini Srat masih berada di kampus, ia tetap mencintai teman-teman “kuliah”nya seperti biasa. Ia mendekap siapapun dan mengeong manja untuk dibelai serta duduk di pangkuan. Dimanapun Srat tinggal, ia tetap akan menjadi kucing yang penuh kasih pada siapapun.

Comments

Advertisement