Skip to main content

Featured

Setiap Minta Makan, Induk Kucing Liar Selalu Meminta Makanan untuk “Dibungkus” Sebelum Membawanya Pergi, Orang–orang Penasaran dan Mengikutinya Diam-diam, dan Alasannya Sangat Menyentuh

Duniahewan.net  - Di sebuah jalan di Korea Selatan, ada kucing liar yang sangat istimewa, dia akan berjalan-jalan dengan sekantong makanan setiap hari. Kucing oranye ini merupakan salah satu kucing liar yang ada di komunitas ini, yang setiap hari bergantung pada makanan yang diberikan oleh seorang wanita yang baik hati untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kucing liar lainnya secara naluri akan pergi setiap kali mereka sudah menghabiskan makanan mereka. Tapi, kucing oranye ini yang sangat istimewa, setiap selesai makan dia akan mengeong kepada wanita itu, seolah mengingatkan sesuatu. Awalnya wanita itu tidak tahu apa maksud kucing itu, tetapi dia melihat kucing itu menatap lurus ke arah sisa makanan. Jadi dia mencoba memasukkan sisa makanan ke dalam kantong plastik dan memberikannya kepada induk kucing itu. Yang mengejutkannya, kucing oranye pintar ini benar-benar ingin makanan itu untuk dibungkus. Setiap kali wanita itu menyerahkan makanan yan

Advertisement

Advertisement

Cantiknya Sansa, Kucing Bermata Beda dan Berjari Ekstra


Duniahewan.net - Seekor kucing yang lahir dengan warna mata yang berbeda dan ibu jari ekstra akhirnya menemukan kembali rumah barunya setelah diabaikan dan ditinggalkan oleh pemilik sebelumnya. Sansa, kucing putih menyerupai salju berusia enam tahun, lahir dengan heterochromia.

Sekadar informasi heterochromia adalah kondisi langka yang paling sering terlihat di antara kucing berwarna putih yang menyebabkan iris mata pada hewan tersebut memiliki warna berbeda. Dia juga dilahirkan dengan kelainan fisik bawaan yang disebut polidaktili.

Kelainan tersebut menyebabkan hewan ini dilahirkan dengan jumlah jari kaki lebih banyak pada satu atau lebih cakar mereka. Karena kelainan fisik tersebut Sansa memiliki enam jari di setiap kaki depan, sementara kaki belakangnya berjumlah empat dan lima.

Tragisnya, Sansa ditemukan terlantar oleh petugas penyelamat hewan di New York City pada awal 2020. Ia sangat trauma dengan pengalamannya sehingga dia harus selalu berada di dalam karena merasa sangat cemas.

Namun kehidupan Sansa kini telah berubah setelah diadopsi oleh majikannya yang bernama Karen. Karen sendiri mengadopsi Sansa dalam acara adopsi kucing di New York City.

“Meski ada banyak kucing lucu dan ramah di acara tersebut, mata saya terus tertuju ke kandang Sansa,” jelas Karen, melansir dari Uniland, 

Wanita berusia 33 tahun, yang bekerja dengan konsultan perawatan kesehatan awalnya mengira itu adalah kandang kosong. Tapi ia tertarik untuk mendatanginya karena ada tanda yang mengatakan bahwa kucing di dalamnya menderita kecemasan setelah diabaikan dan dibuang oleh pemilik sebelumnya.

Saya merasakan hubungan langsung dengannya karena saya sendiri menderita kecemasan. Aku tahu bahwa aku ingin dia menjadi bagian dari keluarga kami bahkan sebelum aku melihatnya,” terang Karen.

Dua hari kemudian, Karen membawa pulang Sansa dan segera menyadari tingkat kecemasan hewan itu. Butuh waktu lama bagi kucing ini untuk memercayai pemiliknya. Sansa juga akan bersembunyi di balik konsol TV setiap kali pintu terbuka. Ia hanya keluar dari tempat persembunyiannya untuk mencari makanan.

“Tak lama setelah dia pulang, kami menyadari bahwa Sansa menunjukkan perilaku aneh di mana punggungnya akan 'berguling' tak terkendali, diikuti dengan serangannya ke ekornya beberapa kali dalam sehari. Dia tampak kesakitan setiap kali punggungnya berguling dan kami tidak dapat mengerti mengapa. Kami belum pernah melihat kucing melakukan ini sebelumnya,” lanjutnya.

Setelah merekam perilakunya dan membawa Sansa ke dokter hewan, Karen dan suami akhirnya menerima diagnosis terhadap hewan peliharaan mereka. Sansa rupanya mengidap Feline Hyperesthesia Disorder, sejenis kecemasan.

“Kucing itu diberi berbagai obat yang berbeda, tetapi sepertinya tidak ada yang berhasil sampai mereka mencoba minyak CBD hewan peliharaan. Sansa membangunkan kami pada pukul 6 pagi untuk mengatakan bahwa dia lapar. Jika kami tidak bangun tepat waktu, dia mulai menjatuhkan barang-barang dari meja satu per satu,” tuntasnya.

Comments

Advertisement