Skip to main content

Featured

Setiap Minta Makan, Induk Kucing Liar Selalu Meminta Makanan untuk “Dibungkus” Sebelum Membawanya Pergi, Orang–orang Penasaran dan Mengikutinya Diam-diam, dan Alasannya Sangat Menyentuh

Duniahewan.net  - Di sebuah jalan di Korea Selatan, ada kucing liar yang sangat istimewa, dia akan berjalan-jalan dengan sekantong makanan setiap hari. Kucing oranye ini merupakan salah satu kucing liar yang ada di komunitas ini, yang setiap hari bergantung pada makanan yang diberikan oleh seorang wanita yang baik hati untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kucing liar lainnya secara naluri akan pergi setiap kali mereka sudah menghabiskan makanan mereka. Tapi, kucing oranye ini yang sangat istimewa, setiap selesai makan dia akan mengeong kepada wanita itu, seolah mengingatkan sesuatu. Awalnya wanita itu tidak tahu apa maksud kucing itu, tetapi dia melihat kucing itu menatap lurus ke arah sisa makanan. Jadi dia mencoba memasukkan sisa makanan ke dalam kantong plastik dan memberikannya kepada induk kucing itu. Yang mengejutkannya, kucing oranye pintar ini benar-benar ingin makanan itu untuk dibungkus. Setiap kali wanita itu menyerahkan makanan yan

Advertisement

Advertisement

Hati-Hati Kucing Peliharaan Berubah Jadi Galak dan Agresif, 4 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya


Duniahewan.net - Meskipun jenisnya sama, setiap kucing memiliki sifat yang berbeda-beda.

Ada kucing yang pendiam, kucing yang pemalu, mudah dekat dengan manusia, juga ada kucing yang galak.

Karena sifatnya yang berbeda-beda inilah, kadang kita kesulitan untuk mendekati atau bermain bersama kucing yang galak.

Sebab, kucing yang galak ini cenderung akan melindungi dirinya dan tidak mau diajak bermain atau bahkan disentuh oleh manusia.

Hal ini tidak hanya terjadi pada kucing yang baru teman-teman lihat, tapi juga bisa terjadi pada kucing peliharaan kita, lo.

Ya, kucing peliharaan teman-teman yang biasanya senang diajak bermain atau dielus-elus bisa saja menjadi tiba-tiba galak.

Kucing peliharaan yang tiba-tiba berubah jadi galak ini tentu bukan tanpa alasan. Ada beberapa hal yang menyebabkan kucing bisa menjadi galak dan agresif.

Yuk, ketahui penyebab kucing peliharaan tiba-tiba menjadi galak!

Sebelum mengetahui penyebab kucing peliharaan yang tiba-tiba menjadi galak, sebaiknya teman-teman mengetahui dulu tanda-tanda kucing yang menjadi galak dan agresif, yuk!

Kucing yang menjadi galak bisa ditunjukkan dengan beberapa perubahan perilaku pada tubuhnya, nih.

Postur tubuh yang menunjukkan kucing berubah menjadi galak dan agresif misalnya seperti kaki yang kaku, kucing bergerak ke arah teman-teman, telinga yang tegak, menggeram, dan ekor yang kaku.

Kalau kucing peliharaan teman-teman menunjukkan postur tubuh seperti ini, sebaiknya hindari berinteraksi dengan kucing, ya.

Sebab kucing yang menunjukkan tanda-tanda ini bisa melakukan berbagai hal yang sifatnya merusak dan bisa menyerang orang yang diincarnya.

Terlebih, kucing yang galak bisa bergerak dengan sangat cepat dan melakukan gerakan yang mengejutkan.

Penyebab Kucing Tiba-Tiba Menjadi Galak

1. Masalah Kesehatan

Hal pertama yang menyebabkan sifat kucing menjadi galak adalah karena adanya masalah kesehatan atau masalah medis.

Masalah kesehatan yang menyebabkan kucing jadi galak ini bisa terjadi pada kucing berusia tua yang mulai mengalami adanya beberapa masalah kesehatan.

Penyakit pada gigi, trauma, pengeroposan tulang, hi9ngga infeksi adalah beberapa kondisi yang menyebabkan rasa sakit pada kucing.

Akibatnya, kucing akan menjadi galak, terutama kalau disentuh pada bagian yang sakit.

Selain itu, penurunan fungsi tubuh dan masalah saraf juga menjadi penyebab kucing lebih agresif.

2. Kucing Merasa Ketakutan

Saat kucing merasa ketakutan, hal ini juga dapat membuat kucing jadi galak dan agresif, nih, teman-teman.

Kucing yang ketakutan akan merespons rasa takutnya ini dengan menunjukkan beberapa gerakan tubuh yang menunjukkan bahwa ia menjadi galak atau agresif.

Kalau kucing teman-teman menunjukkan tanda ini, sebaiknya jangan dekat kucing, ya.

Selain berbahaya bagi kita yang mendekati kucing, hal ini juga akan membuat kucing jadi merasa panik.

3. Merasa Stres

Kucing yang terus-menerus berada di rumah atau berada di lingkungan yang membuatnya stres juga bisa berubah sifatnya menjadi agresif dan galak.

Misalnya saat kucing berada rumah yang jumlah kucingnya sangat banyak atau berada di lingkungan yang berisik.

Kucing akan merespons lingkungan tempat tinggalnya ini dengan berubah menjadi lebih agresif dan galak.

4. Frustrasi

Bukan hanya karena stres, kucing yang merasa frustrasi juga bisa mengalami perubahan sifat menjadi agresif dan galak.

Misalnya saja kucing yang berada dalam rumah melihat hewan lain yang merupakan 'musuh' atau mangsanya.

Ketidakmampuan kucing untuk menyerang hewan lain yang dilihatnya bisa membuat kucing merasa frustrasi.

Akibatnya, hal ini akan membuat kucing melampiaskan keinginannya untuk menyerang tadi kepada orang atau hewan yang ada di sekitarnya.



Comments

Advertisement