Skip to main content

Featured

Setiap Minta Makan, Induk Kucing Liar Selalu Meminta Makanan untuk “Dibungkus” Sebelum Membawanya Pergi, Orang–orang Penasaran dan Mengikutinya Diam-diam, dan Alasannya Sangat Menyentuh

Duniahewan.net  - Di sebuah jalan di Korea Selatan, ada kucing liar yang sangat istimewa, dia akan berjalan-jalan dengan sekantong makanan setiap hari. Kucing oranye ini merupakan salah satu kucing liar yang ada di komunitas ini, yang setiap hari bergantung pada makanan yang diberikan oleh seorang wanita yang baik hati untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kucing liar lainnya secara naluri akan pergi setiap kali mereka sudah menghabiskan makanan mereka. Tapi, kucing oranye ini yang sangat istimewa, setiap selesai makan dia akan mengeong kepada wanita itu, seolah mengingatkan sesuatu. Awalnya wanita itu tidak tahu apa maksud kucing itu, tetapi dia melihat kucing itu menatap lurus ke arah sisa makanan. Jadi dia mencoba memasukkan sisa makanan ke dalam kantong plastik dan memberikannya kepada induk kucing itu. Yang mengejutkannya, kucing oranye pintar ini benar-benar ingin makanan itu untuk dibungkus. Setiap kali wanita itu menyerahkan makanan yan

Advertisement

Advertisement

Seekor Kucing yang Membeku Diselimuti Salju Akhirnya Berhasil Diselamatkan


Duniahewan.net - Beberapa hewan yang hidup di kutub bisa bertahan di tengah dinginnya udara dan salju karena memiliki bulu yang bisa membuatnya bertahan di udara dingin.

Tapi berbeda dengan kucing yang tidak mempunyai kemampuan seperti itu.

Kucing tidak dapat berada terlalu lama di suhu yang terlalu rendah. Hal ini akan membuat kucing mungkin saja membeku.

Inilah yang terjadi pada seekor kucing bernama Fluffy di Montana, Amerika Serikat, yang membeku dan diselimuti salju.

Bulu Fluffy Dipenuhi Gumpalan Salju

Pada 31 Januari yang lalu, pemilik Fluffy yang tinggal di Kalispell, Montana, menemukan kucing peliharaannya ada di tumpukan salju.

Ketika ditemukan, Fluffy tidak menunjukkan adanya respons apapun, tidak bergerak, dan bulunya kusut karena dipenuhi oleh gumpalan salju yang menyelimuti seluruh tubuhnya.

Saat itu, suhu di sekitar tempat tinggal Fluffy sekitar minus 16 derajat Celcius dan tumpukan salju tebalnya sekitar 40 sentimeter.

Pemilik Fluffy akhirnya membawa kucing peliharaannya ke sebuah klinik hewan untuk segera mendapatkan penanganan.

Suhu Tubuh Fluffy Sangat Rendah

Saat dibawa ke klinik hewan, dokter hewan yang menangani Fluffy mengatakan kalau suhu tubuh kucing lucu ini sangat rendah.

Karena terlalu rendah, bahkan suhu tubuh Fluffy tidak bisa terbaca termometer karena memiliki suhu tubuh di bawah 32 derajat Celcius.

Padahal, biasanya suhu tubuh kucing berkisar pada angka 38 derajat Celcius.

Akhirnya dokter hewan dan para staf klinik mencoba menaikkan suhu tubuh Fluffy dengan berbagai cara

Selama dua jam, suhu tubuh Fluffy coba dinaikkan menggunakan air hangat dan selimut, tapi tetap saja suhu tubuhnya masih terlalu rendah.

Selain menggunakan air hangat dan selimut, suhu tubuh Fluffy juga dinaikkan menggunakan bantalan pemanas dan kandang yang dipanaskan untuk merangsang suhu tubuhnya agar meningkat.

Akhirnya Fluffy Mulai Pulih!

Karena sudah dua jam tidak menunjukkan tanda-tanda suhu tubuh yang meningkat, Fluffy kemudian dibawa ke unit gawat darurat.

Setelah dilakukan penanganan selama beberaa jam berikutnya, suhu tubuh Fluffy perlahan-lahan mulai kembali naik.

Fluffy akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan mulai sadarkan diri.

Tapi Fluffy tidak bisa langsung pulang dan harus dirawat selama beberapa hari di klinik hewan untuk pemulihan.

Akhirnya pada hari Selasa yang lalu, Fluffy sudah bisa pulang dan bermain bersama dengan pemiliknya di rumah.

Dokter hewan yang menangani Fluffy mengatakan kalau kasus Fluffy ini adalah yang pertama yang ditangani olehnya, di mana ada kucing yang suhu tubuhnya sangat rendah sampai tidak terbaca di termometer.


Comments

Advertisement