Skip to main content

Featured

Setiap Minta Makan, Induk Kucing Liar Selalu Meminta Makanan untuk “Dibungkus” Sebelum Membawanya Pergi, Orang–orang Penasaran dan Mengikutinya Diam-diam, dan Alasannya Sangat Menyentuh

Duniahewan.net  - Di sebuah jalan di Korea Selatan, ada kucing liar yang sangat istimewa, dia akan berjalan-jalan dengan sekantong makanan setiap hari. Kucing oranye ini merupakan salah satu kucing liar yang ada di komunitas ini, yang setiap hari bergantung pada makanan yang diberikan oleh seorang wanita yang baik hati untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kucing liar lainnya secara naluri akan pergi setiap kali mereka sudah menghabiskan makanan mereka. Tapi, kucing oranye ini yang sangat istimewa, setiap selesai makan dia akan mengeong kepada wanita itu, seolah mengingatkan sesuatu. Awalnya wanita itu tidak tahu apa maksud kucing itu, tetapi dia melihat kucing itu menatap lurus ke arah sisa makanan. Jadi dia mencoba memasukkan sisa makanan ke dalam kantong plastik dan memberikannya kepada induk kucing itu. Yang mengejutkannya, kucing oranye pintar ini benar-benar ingin makanan itu untuk dibungkus. Setiap kali wanita itu menyerahkan makanan yan

Advertisement

Advertisement

Dermawan Prancis ini Wariskan Sejumlah Hartanya untuk Kucing Museum


Duniahewan.net- Seorang dermawan dari Prancis menuliskan hal tak biasa dalam surat wasiatnya. Ia mewariskan sejumlah harta untuk puluhan ekor kucing yang tinggal di ruang bawah tanah Museum State Hermitage di Rusia.

Dilansir dari CNN, sekitar 50 kucing hidup di museum Saint Petersburg yang terkenal sebagai rumah bagi 3 juta karya seni, artefak, dan pahatan. Situs ini telah menjadi rumah bagi kucing sejak zaman Ratu Elizabeth, yang memerintah dari 1741 hingga 1761, menurut museum.

Catherine the Great, pendiri Hermitage, memberi kucing-kucing itu status sebagai penjaga galeri seni. Sementara kantor berita pemerintah Rusia RIA Novosti melaporkan kucing-kucing itu ditempatkan untuk mencegah dan mengusir hewan pengerat dari tempat itu.

Sekarang, puluhan kucing itu dirawat oleh sukarelawan dan staf museum dengan bantuan dana dari sumbangan, menurut pihak museum. Hewan-hewan tersebut memiliki mesin cuci sendiri dan layanan dari dokter hewan setempat.

Direktur jenderal museum, Mikhail Piotrovsky, mengatakan dalam konferensi pers awal bulan ini bahwa dermawan Prancis yang tidak disebutkan namanya itu meninggalkan "sejumlah kecil" harta kepada mereka dalam surat wasiatnya.

"Teman Prancis kami melakukan hal yang sangat baik; ini adalah PR yang brilian untuk kucing dan badan amal. Jumlahnya tidak terlalu besar tetapi sangat penting ketika orang tersebut menulis surat wasiat, ketika pengacara Prancis menghubungi (kami) dan semuanya tidak (proses) sederhana tetapi ini semua sangat menarik, bukan?" imbuhnya.

Dana tersebut kemungkinan akan digunakan untuk memperbaiki ruang bawah tanah museum, tempat tinggal kucing, kata Piotrovsky.

Comments

Advertisement