Skip to main content

Featured

Setiap Minta Makan, Induk Kucing Liar Selalu Meminta Makanan untuk “Dibungkus” Sebelum Membawanya Pergi, Orang–orang Penasaran dan Mengikutinya Diam-diam, dan Alasannya Sangat Menyentuh

Duniahewan.net  - Di sebuah jalan di Korea Selatan, ada kucing liar yang sangat istimewa, dia akan berjalan-jalan dengan sekantong makanan setiap hari. Kucing oranye ini merupakan salah satu kucing liar yang ada di komunitas ini, yang setiap hari bergantung pada makanan yang diberikan oleh seorang wanita yang baik hati untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kucing liar lainnya secara naluri akan pergi setiap kali mereka sudah menghabiskan makanan mereka. Tapi, kucing oranye ini yang sangat istimewa, setiap selesai makan dia akan mengeong kepada wanita itu, seolah mengingatkan sesuatu. Awalnya wanita itu tidak tahu apa maksud kucing itu, tetapi dia melihat kucing itu menatap lurus ke arah sisa makanan. Jadi dia mencoba memasukkan sisa makanan ke dalam kantong plastik dan memberikannya kepada induk kucing itu. Yang mengejutkannya, kucing oranye pintar ini benar-benar ingin makanan itu untuk dibungkus. Setiap kali wanita itu menyerahkan makanan yan

Advertisement

Advertisement

Karena kegemukan Kucing ini mengikuti program diet


Duniahewan.net - Memiliki kucing bertubuh gemuk memang menggemaskan. Tapi di balik bobot tubuhnya yang besar itu, dapat menyebabkan risiko yang buruk. 

Mulai dari gangguan pernapasan, kinerja jantung untuk memompa darah keseluruh tubuh terhambat, hipertensi, gangguan kandung kemih, hingga kanker. 

Nah kalau kucingmu sudah mengalami obesitas, pastinya yang harus dilakukan adalah menurunkan berat badannya. Memang sih, nurunin berat badan kucing itu gampang-gampang susah.

Di Nashville, Tennessee, AS, seekor kucing bernama Buddha mengikuti program diet karena berat badannya yang nggak ideal. 

Mau tau berapa berat badan Buddha di usia enam tahun? Jadi, berat badan Buddha adalah 31,4 pon atau nyaris mencapai 15kg. 

Berat badan Buddha yang berlebihan itu ternyata disadari pemiliknya karena kucing itu sendiri sudah sulit berjalan. Alhasil, Buddha mengikuti program diet dengan melakukan underwater treadmill alias treadmill di bawah air selama tiga kali dalam seminggu. 

"Kami memanfaatkan underwater treadmill untuk membantunya menurunkan berat badan. Ini cara yang aman karena dampak seperti cidera lutut, pinggul, dan sikunya sangat minim," ujar Dr Elsa Martin, Stonewater Rehabilitation at Animalia in Franklin seperti dikutip laman USA Today. 

Underwater treadmill dijelaskan Elsa menjadi solusi terbaik karena cara ini tidak menyebabkan kucing mengalami kelaparan yang hebat karena program diet. Selain itu, kucing juga jauh dari penyakit hepatic lipi OSIS atau yang berkenaan dengan penyakit hati. 

"Kami tidak ingin Budha kehilangan berat badannya dengan cepat misalnya 1-2% per minggu," kata Elsa. 

Selain itu, selama menjalani program diet, Buddha juga diberikan kalori yang cukup, guna menyeimbangkan kondisi tubuhnya agar nggak 'kaget' selama proses penurunan berat badan. 

Nah berkaitan dengan kucing yang obesitas ini, Elsa menyarankan agar para pemilik kucing benar-benar memperhatikan makanannya, dengan memberikan asupan bernutrisi seimbang. 

Comments

Advertisement