Skip to main content

Featured

Setiap Minta Makan, Induk Kucing Liar Selalu Meminta Makanan untuk “Dibungkus” Sebelum Membawanya Pergi, Orang–orang Penasaran dan Mengikutinya Diam-diam, dan Alasannya Sangat Menyentuh

Duniahewan.net  - Di sebuah jalan di Korea Selatan, ada kucing liar yang sangat istimewa, dia akan berjalan-jalan dengan sekantong makanan setiap hari. Kucing oranye ini merupakan salah satu kucing liar yang ada di komunitas ini, yang setiap hari bergantung pada makanan yang diberikan oleh seorang wanita yang baik hati untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kucing liar lainnya secara naluri akan pergi setiap kali mereka sudah menghabiskan makanan mereka. Tapi, kucing oranye ini yang sangat istimewa, setiap selesai makan dia akan mengeong kepada wanita itu, seolah mengingatkan sesuatu. Awalnya wanita itu tidak tahu apa maksud kucing itu, tetapi dia melihat kucing itu menatap lurus ke arah sisa makanan. Jadi dia mencoba memasukkan sisa makanan ke dalam kantong plastik dan memberikannya kepada induk kucing itu. Yang mengejutkannya, kucing oranye pintar ini benar-benar ingin makanan itu untuk dibungkus. Setiap kali wanita itu menyerahkan makanan yan

Advertisement

Advertisement

Viral di medsos kirain kucing asli, Ternyata hanya tas menyerupai kucing seharga 15 juta


Duniahewan.net - Media sosial Jepang sedang dihebohkan dengan tas kucing viral. Tas itu disebut sangat mirip dengan kucing asli, lengkap dengan bulu dan mimik wajahnya yang menggemaskan.

Mengutip Insider, Selasa (3/4/2022) tas sendiri dibuat oleh seorang ibu rumah tangga bernama Miho Katsumi, yang tinggal di prefektur Fukui, Jepang.

Tas buatan tangan itu menampilkan kucing dengan bantalan kaki merah muda, mata besar berkilau, lengkap dengan ekor berbulu.

Katsumi membuat replika nyata dari kucing Persia, Munchkin, dan British Shorthair. Bulu tas ini sendiri merupakan bulu palsu yang diwarnai langsung oleh Katsumi.

Tak main-main, untuk membuat tas ini dibutuhkan satu minggu hanya untuk mendesain satu tas, setelahnya dibutuhkan satu hingga tiga bulan untuk membuat satu tas.

"Mungkin butuh lebih banyak waktu untuk mencapai hasil yang memuaskan," terang Katsumi.

Dalam prosesnya, pola bahan tas kucing dijahit satu per satu, untuk satu pola kecil membutuhkan 22 potong kain yang dijahit dengan tangan. Sedangkan pola yang lebih besar seperti ransel, butuh sekitar 80 potong kain yang berbeda.

Pada 15 April, Katsumi memposting empat foto tas kucing yang berpose di luar ruangan ke Twitter. Bahkan salah satu foto menunjukan kucing sedang memegang ikan mainan.

"Cuacanya bagus hari ini dan saya bisa memotret di luar," tutur Katsumi.

Postingan tersebut sudah di-retweet lebih dari 11 ribu kali. Banyak yang mengira, itu adalah kucing asli dan menyampaikan keinginan untuk membeli tas tersebut. 

Sayang, mereka yang ingin membeli tas ini harus menunggu karena sudah banyak pesanan, dan belum membuka pemesanan baru.

Hingga saat ini Katsumi sudah menjual 70 karyanya. Setiap ransel kucing dijual seharga 140.000 yen Jepang atau setara Rp15 juta.

Comments

Advertisement